Muhammad Firzarichsan Putra

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Football Rock and Roll

Jumat, 01 Februari 2013

Pep Guardiola Memilih Aman?


Rabu, 16 January 2013.......tiba-tiba isi timeline twitter saya di penuhi oleh berita tentang Pep Guardiola, ex manajer Barcelona yang sedang beristirahat sejenak dari dunia Sepakbola. setelah saya simak, keputusan mengejutkan datang dari Pep Guardiola dan tentu itu sangat mengagetkan saya. "Resmi, Bayern Munchen mengontrak Josep Guardiola sebagai manajer untuk musim depan" ya, kira-kira seperti itu tweet-tweet yang bermunculan di timeline saya.

Jelas, ini membuat saya agak sedikit kecewa dengan keputusan Pep. alih-alih melatih Chelsea, Manchester City atau bahkan menjadi suksesor Fergie di United, ia malah memilih "aman" dengan menyetujui permintaan dari Bayern Munchen yang notabene nya bermain di Liga yang lebih kecil di bandingkan dengan Premier League dan BBVA. banyak yang mencibir putusan Pep memilih Bayern sebagai singgahan selanjutnya, tetapi tidak sedikit pula yang mendukung keputusan manajer yang sukses menyempurnakan possession football tersebut. Andre Villas-Boas pun sampai terkejut dengan keputusan Pep. "Bayern memang salah satu Club terbesar di dunia, tapi berada di liga yang tak pernah saya kira akan disinggahi Guardiola".

Tetapi setelah saya cermati, Bayern adalah Club paling aman bagi Guardiola. di bandingkan dengan Chelsea yang mengusung gaya pragmatis atau Manchester City, Bayern adalah Club yang paling mendekati dengan Barcelona. Bayern memiliki struktur organisasi, kepedulian dalam mengorbitkan pemain muda, dan tentu saja mengusung gaya possession football. itu artinya Guardiola hanya butuh sedikit adaptasi. Berbeda apabila ia jadi merapat ke Chelsea dan Manchester City, walaupun kedua club tersebut mampu mengiming-imingi uang yang berlimpah dan memberikan seluruh fasilitas apa yang Pep minta, tetap saja kedua club tersebut memiliki pemilik yang ambisius dan jelas itu akan menjadi tekanan bagi Pep, selain itu ia pun harus memulai dari nol dalam menerapkan gaya tiki-taka. Berbeda dengan di Bayern, gaya bermain indah ala Total Football Belanda yang menjadi dasar dari tiki-taka ala Guardiola sudah pernah dirintis oleh Louis Van Gaal yang menukangi Bayern pada tahun 2009-2011.

Walau begitu tantangan besar menanti Pep di depan, Bayern yang sudah 2 musim tanpa trofi, 2 kali lolos ke Final Liga Champions dan 2 kali pula mereka gagal, memiliki pemain berego tinggi seperti Robben dan Ribery jelas harus bisa di taklukan oleh Pep Guardiola. belum lagi mereka memiliki petinggi-petinggi club yang merupakan mantan-mantan Legenda Bayern seperti Karl-Heinz Rummenigge, Franz Beckenbauer dll. yang di kenal memiliki ego tinggi dan mudah melemparkan kritik tajam apabila kinerja pelatih tak bagus.


Akan tetapi, Pep Guardiola bukanlah pelatih kemarin sore. Walau masih terbilang muda tetapi prestasinya semasa menukangi Barcelona dapat dijadikan patokan betapa hebatnya pelatih berkepala plontos ini. Bukan tidak mungkin meraih 6 Gelar dalam satu musim di Barcelona lalu dapat terulang kembali di Bayern Munchen musim mendatang. well.....saya tidak sabar menantikan petualangan  Pep Guardiola di pelabuhan barunya. VAMOS PEP!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar