IGLESIA MARADONIANA
Seperti tulisan saya sebelumnya yang berjudul " Apakah Tuhan Berperan Dalam Sepakbola? " dan akhirnya saya mengetahui bahwa tidak ada peran Tuhan dalam Sepakbola. Ya, Tuhan memang tidak berperan dalam sepakbola, kecuali Maradona (?)
Iglenasia Maradoniana adalah Agama baru di Argentina yang dibentuk oleh para fans Legenda hidup Sepakbola Argentina, Diego Armando Maradona. Pada tanggal 30 Oktober 1998 di Rosario didirikanlah Iglesia. Tanggal tersebut pun dianggap sakral, karena berbarengan dengan tanggal kelahiran Maradona. Kini para pengikut Iglesia Maradoniana sudah mencapai 15.000 pengikut di seluruh dunia bahkan bertambah setiap tahunnya.
Tetapi Maradona sendiri pun belum pernah men-sahkan Agama tersebut, ia sendiri bahkan seorang Katolik yang sangat taat ketika itu(menjadi seorang pemain), ia bahkan pernah berkata: "Tuhan membuat saya bermain dengan baik. Itu sebabnya saya selalu membuat tanda salib ketika saya berjalan keluar ke lapangan. Saya merasa saya akan mengkhianati-Nya jika saya tidak melakukan itu."
Selain itu Maradona pun pernah membuat pernyataan yang kontoversial dan terkenal dalam sejarah, ketika itu ia mencetak gol kemenangan ketika Argentina bermain melawan Inggris di Piala Dunia 1986. Secara tidak sengaja, Maradona mencetak gol menggunakan tangannya dan wasit mengesahkan gol terebut. Maradona mengatakan: " Saya mencetak gol sedikit dengan kepala Maradona dan sedikit dengan tangan Tuhan".
Ya, Momen itulah yang dianggap Diegorian Brothers (Para pengikut ajaran Maradona) sebagai hari dimana Maradona ditasbihkan menjadi Tuhan, Kemenangan ini bukan tanpa sebab karena di Amerika Latin, khususnya Argentina, Kemenangan ini memiliki arti dalam. Pertama, Maradona menaklukan Inggris, Bangsa yang begitu sombongnya mendeklarasikan diri sebagai Negara asal Sepakbola ditambah ketika itu kondisi politik kedua Negara ini sedang panas-panasnya. Kedua, Maradona membuktikan bahwa postur tubuh bangsa Amerika Latin yang lebih pendek dari tubuh bangsa Eropa bukan halangan untuk berprestasi.
Tetapi di samping itu, Agama ini sendiri bukanlah Agama yang berkewajiban bagi para fans Maradona. Agama ini seperti parodi. Hal ini dapat dilihat sebagai jenis sinkretisme atau sebagai sebuah agama, tergantung pada apa satu definisi agama memilih untuk menggunakannya. Hal itu diungkapkan oleh Alejandro Verón, salah satu pendiri Iglesia Maradoniana: "Saya memiliki agama yang rasional, dan itulah Gereja Katolik, dan saya memiliki agama yang diteruskan oleh hatiku, gairahku, dan itulah Diego Maradona."
Agama ini pun memiliki hari Natal nya sendiri, yaitu bertepatan dengan hari lahir sang Tuhan dan hari jadi Iglesia Maradoniana. Agama ini pun memiliki hari Paskah yang berbeda, yaitu tanggal 22 Juni, Tanggal dimana Argentina menaklukan Inggris kala itu, Agama ini pun memiliki Rosario (Salib untuk Katolik) yang diberi nama Golario, dengan manik-manik yang berjumlah 34butir, Melambangkan 34 gol Maradona untuk Argentina, Dan istilah "Hand of God" pun diabadikan menjadi kapel tempat ibadah Iglesia Maradoniana.
D10S
Nomor punggung 10 milik Maradona pun dianggap memiliki arti lebih dan bukan hanya sekedar nomor punggung. Diego 10’s, nomor sepuluh Maradona jika diutak-atik akan jadi D10S. Dios sendiri dalam bahasa Spanyol berarti Tuhan. Seperti Agama pada umumnya, Iglesia Maradoniana pun memiliki larangan-larangan atau perintah dalam Agamanya. Agama ini memiliki 10 perintah yang di antarnya:
- 1. Bola tidak boleh kotor, seperti telah diproklamasikan oleh D10S.
- 2. Cinta sepakbola atas segala sesuatu
- 3. Menyatakan cinta tanpa syarat pada sepak bola.
- 4. Mempertahankan warna dari argentina
- 5. Menyampaikan kata-kata D10S seluruh dunia
- 6. Berdoa di kuil-kuil di mana ia berkhotbah dan di mantel suci
- 7. Jangan menyatakan nama Diego di satu-satunya klub.
- 8. Ikuti ajaran Gereja Maradonian
- 9. Biarkan Diego akan nama-Mu, dan menjadi salah satu dari nama anak-anak Anda
- 10. “No ser cabeza de termo y que no se te la Tortuga.” (Artinya, jangan jadikan kepala panas dan simpanlah di dalam celana)
Our Diego
Diego Kami, Yang berada di lapangan.
Dikuduskanlah tangan kirimu, Berikanlah kita sihirmu. Mengingat gol mu membuat kami di bumi seperti di surga.
Berikanlah kami sihir setiap hari, memaafkan bangsa Inggris, seperti yang kita telah mengampuni Mafia Napoli.
Jangan biarkan dirimu terjebak dan bebaskanlah kita dari Havelange dan Pelé.Diego
Ya, kira-kira seperti itulah doa atau nyanyian para Diegorian Brothers.
Di Argentina sendiri Agama ini tidaklah dapat diterima oleh semua kalangan, Menggangap Maradona sebagai Tuhan adalah hal yang buruk. Terlebih setelah kasus Narkoba yang menimpa Maradona, beberapa kalangan merasa terhina ketika Maradona dipandang sebagai simbol Nasional dan begitu di Agung-agungkan.
Tetapi Maradona tetaplah Maradona, sihir 'ke-Tuhanan' nya tetap berdampak bagi semua pengikutnya, Tidak peduli seburuk apapun kasus yang menimpa Maradona, mereka tetap setia, mencintai dan mendukung Maradona sepenuhnya. In God We Believe, In Maradona We Gonna Live.


























