Muhammad Firzarichsan Putra

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Football Rock and Roll

Sabtu, 16 Maret 2013

Maradona, Tuhan Yang Bermain Sepakbola

IGLESIA MARADONIANA


Seperti tulisan saya sebelumnya yang berjudul " Apakah Tuhan Berperan Dalam Sepakbola? " dan akhirnya saya mengetahui bahwa tidak ada peran Tuhan dalam Sepakbola. Ya, Tuhan memang tidak berperan dalam sepakbola, kecuali Maradona (?)

Iglenasia Maradoniana adalah Agama baru di Argentina yang dibentuk oleh para fans Legenda hidup Sepakbola Argentina, Diego Armando Maradona. Pada tanggal 30 Oktober 1998 di Rosario didirikanlah Iglesia. Tanggal tersebut pun dianggap sakral, karena berbarengan dengan tanggal kelahiran Maradona. Kini para pengikut Iglesia Maradoniana sudah mencapai 15.000 pengikut di seluruh dunia bahkan bertambah setiap tahunnya.

Tetapi Maradona sendiri pun belum pernah men-sahkan Agama tersebut, ia sendiri bahkan seorang Katolik yang sangat taat ketika itu(menjadi seorang pemain), ia bahkan pernah berkata: "Tuhan membuat saya bermain dengan baik. Itu sebabnya saya selalu membuat tanda salib ketika saya berjalan keluar ke lapangan. Saya merasa saya akan mengkhianati-Nya jika saya tidak melakukan itu."

Selain itu Maradona pun pernah membuat pernyataan yang kontoversial dan terkenal dalam sejarah, ketika itu  ia mencetak gol kemenangan ketika Argentina bermain melawan Inggris di Piala Dunia 1986. Secara tidak sengaja, Maradona mencetak gol menggunakan tangannya dan wasit mengesahkan gol terebut. Maradona mengatakan: " Saya mencetak gol sedikit dengan kepala Maradona dan sedikit dengan tangan Tuhan".



Ya, Momen itulah yang dianggap Diegorian Brothers (Para pengikut ajaran Maradona) sebagai hari dimana Maradona ditasbihkan menjadi Tuhan, Kemenangan ini bukan tanpa sebab karena di Amerika Latin, khususnya Argentina, Kemenangan ini memiliki arti dalam. Pertama, Maradona menaklukan Inggris, Bangsa yang begitu sombongnya mendeklarasikan diri sebagai Negara asal Sepakbola ditambah ketika itu kondisi politik kedua Negara ini sedang panas-panasnya. Kedua, Maradona membuktikan bahwa postur tubuh bangsa Amerika Latin yang lebih pendek dari tubuh bangsa Eropa bukan halangan untuk berprestasi.


Tetapi di samping itu, Agama ini sendiri bukanlah Agama yang berkewajiban bagi para fans Maradona. Agama ini seperti parodi. Hal ini dapat dilihat sebagai jenis sinkretisme atau sebagai sebuah agama, tergantung pada apa satu definisi agama memilih untuk menggunakannya. Hal itu diungkapkan oleh Alejandro Verón, salah satu pendiri Iglesia Maradoniana: "Saya memiliki agama yang rasional, dan itulah Gereja Katolik, dan saya memiliki agama yang diteruskan oleh hatiku, gairahku, dan itulah Diego Maradona."

Agama ini pun memiliki hari Natal nya sendiri, yaitu bertepatan dengan hari lahir sang Tuhan dan hari jadi Iglesia Maradoniana. Agama ini pun memiliki hari Paskah yang berbeda, yaitu tanggal 22 Juni, Tanggal dimana Argentina menaklukan Inggris kala itu, Agama ini pun memiliki Rosario (Salib untuk Katolik) yang diberi nama Golario, dengan manik-manik yang berjumlah 34butir, Melambangkan 34 gol Maradona untuk Argentina, Dan istilah "Hand of God" pun diabadikan menjadi kapel tempat ibadah Iglesia Maradoniana.



D10S



Nomor punggung 10 milik Maradona pun dianggap memiliki arti lebih dan bukan hanya sekedar nomor punggung. Diego 10’s, nomor sepuluh Maradona jika diutak-atik akan jadi D10S. Dios sendiri dalam bahasa Spanyol berarti Tuhan. Seperti Agama pada umumnya, Iglesia Maradoniana pun memiliki larangan-larangan atau perintah dalam Agamanya. Agama ini memiliki 10 perintah yang di antarnya:

  • 1. Bola tidak boleh kotor, seperti telah diproklamasikan oleh D10S.
  • 2. Cinta sepakbola atas segala sesuatu
  • 3. Menyatakan cinta tanpa syarat pada sepak bola.
  • 4. Mempertahankan warna dari argentina
  • 5. Menyampaikan kata-kata D10S seluruh dunia
  • 6. Berdoa di kuil-kuil di mana ia berkhotbah dan di mantel suci
  • 7. Jangan menyatakan nama Diego di satu-satunya klub.
  • 8. Ikuti ajaran Gereja Maradonian
  • 9. Biarkan Diego akan nama-Mu, dan menjadi salah satu dari nama anak-anak Anda
  • 10. “No ser cabeza de termo y que no se te la Tortuga.” (Artinya, jangan jadikan kepala panas dan simpanlah di dalam celana)
Selain itu mereka pun memiliki Kitab Suci dan Doa-doa seperti Agama pada umumnya juga:

Our Diego
Diego Kami, Yang berada di lapangan.
Dikuduskanlah tangan kirimu, Berikanlah kita sihirmu. Mengingat gol mu membuat kami di bumi seperti di surga.
Berikanlah kami sihir setiap hari, memaafkan bangsa Inggris, seperti yang kita telah mengampuni Mafia Napoli. 
Jangan biarkan dirimu terjebak dan bebaskanlah kita dari Havelange dan Pelé.Diego

Ya, kira-kira seperti itulah doa atau nyanyian para Diegorian Brothers. 




Di Argentina sendiri Agama ini tidaklah dapat diterima oleh semua kalangan, Menggangap Maradona sebagai Tuhan adalah hal yang buruk. Terlebih setelah kasus Narkoba yang menimpa Maradona, beberapa kalangan merasa terhina ketika Maradona dipandang sebagai simbol Nasional dan begitu di Agung-agungkan.

Tetapi Maradona tetaplah Maradona, sihir 'ke-Tuhanan' nya tetap berdampak bagi semua pengikutnya, Tidak peduli seburuk apapun kasus yang menimpa Maradona, mereka tetap setia, mencintai dan mendukung Maradona sepenuhnya. In God We Believe, In Maradona We Gonna Live.

 

Senin, 11 Maret 2013

Zamparini: Abramovich, Who?

 



Zamparini sacked Gasperini. Ya begitulah kira-kira isi timeline twitter saya dini hari ini (12/3/2013).
Perasaan kaget sekaligus menggelikan langsung menghampiri saya ketika terbangun dari tidur, mengecek twitter dan tiba-tiba timeline saya ramai dengan berita pemecatan Gasperini, Manager Palermo untuk ke dua kalinya musim ini. Bagaimana tidak, Gasperini yang baru saja melatih Palermo untuk 2 pertandingan langsung mendapatkan surat pemecatan (kembali) dari Zamparini.

Yang terakhir sebelum Gasperini adalah Alberto Malesani, Malesani pun yang baru memimpin Palermo 3 pertandingan dan  langsung di pecat karena di anggap gagal mengangkat performa Palermo. Yang lebih absurdnya, Zamparini mengangkat kembali Gasperini. Pelatih yang sebelumnya digantikan oleh Malesani. Total Zamparini musim ini memecat 4 pelatih: Sannino, Malesani dan tentu saja Gasperini untuk kedua kalinya.

Zamparini memang terkenal dengan sosok diktatornya, Bayangkan saja musim lalu Zamparini memecat Stefano Pioli beberapa hari sebelum musim di mulai dan yang lebih parahnya lagi Pioli belum satu kali pun mendampingi Palermo di laga resmi!

Jauh-jauh hari kebelakang pun Zamparini pernah memecat Roberto Pruzzo, Pelatih yang baru lima hari menangani Palermo yang ketika itu berkiprah di Serie-B. Sejak membeli Palermo tahun 2002 silam hingga saat ini Zamparini telah memecat 26 pelatih ketika ia menjabat sebaga Presiden Club yang bermarkas di Renzo Barbera Stadium ini, belum lagi ketika ia menjabat sebagai Club Venezia, Jika di total ia telah memecat 44 pelatih dan dari 36 diantaranya diakhiri dengan pemecatan.

Selain itu Zamparini terkenal dengan orang yang suka mengeluarkan kata-kata kasar terhadap semua orang. Ia pernah meminta agar wasit yang merugikan timnya segera dimasukan ke penjara dan yang paling parah adalah ia pernah mengancam memotong kemaluan para pemainnya dan memakannya dengan salad.

Jadi, jika kalian mengira bos Chelsea, Roman Abramovich orang yang kejam dalam hal pemecatan pelatih. Tunggu dulu!!! mungkin kalian harus melihat ini:


NO
NAMA PELATIH
PERIODE
1
Roberto Pruzzo
Juni 2002 – Juli 2002
2
Ezio Glerean
Juli 2002
3
Daniele Arrigoni
Juli 2002 – Februari 2003
4
Nedo Sonetti
Februari 2003 – Juni 2003
5
Silvio Baldini
Juli 2003 – Januari 2004
6
Francesco Guidolin
Januri 2004 - 30 Juni 2005
7
Luigi Del Neri
Juli 2005 – 28 Januari 2006
8
Giuseppe Papadopulo
29 Januari 2006 – 30 Mei 2006
9
Francesco Guidolin
30 Mei 2006 – 23 April 2007
10
Renzo Gobbo
23 April – 14 Mei 2007
11
Francesco Guidolin
14 Mei – 30 Mei 2007
12
Stefano Culantuono
31 Mei – 26 November 2007
13
Francesco Guidolin
26 November – 24 Maret 2008
14
Stefano Culantuono
24 Maret – 4 September 2008
15
Davide Ballardini
4 September – 4 Juni 2009
16
Walter Zenga 
5 Juni – 23 November 2009
17
Delio Rossi
23 November – 28 Februari 2011
18
Serse Cosmi
29 Februari – 3 April 2011
19
Delio Rossi
3 April – 1 Juni 2011
20
Stefano Pioli
2 Juni – 31 Agustus 2011
21
Devis Mangia
31 Agustus – 19 Desember 2011
22
Bortolo Mutti
19 Desember – 5 Juni 2012
23
Giuseppe Sannino
6 Juni – 16 September 2012
24
Gian Piero Gasperini
16 September – 4 Februari 2013
25
Alberto Malesani
5 Februari – 24 Februari 2013
26
Gian Piero Gasperini
25 Februari – 11 Maret 2013